7/17/15

Peuyeum Buat Lebaran Kiriman Ibuku

Telponku berdering tanda sebuah SMS masuk, ternyata SMS dari Ibuku di Bandung. "A, kangge lebaran hoyong dikintun naon?" (A, buat lebaran mau dikirim apa?) Aku segera membalas SMS dari Ibuku tersebut "Hoyong Peuyeum" (Pingin tape) balasku. Sareng naon deui? Pami Neng Tiara Cantik palay naon? (Sama apa lagi? Kalau Neng Tiara Cantik pingin apa?) balasan SMS Ibuku. Wios peuyeum we hungkul, hatur nuhun (Ndak tape aja, terima kasih) jawabku. Lebaran ini aku tidak bisa pulang, makanya Ibuku mau ngirim paket barang via JNE dengan harapan sebelum lebaran paket tersebut sudah sampai di rumahku di Surabaya.

Keesokan harinya tanggal 13 Juli 2015 Ibuku memberitahukan bahwa paket 2 Kg Peuyeum Bandung sudah dikirimkan via JNE YES dengan nomor resi pengiriman BDOU800359761115 Pihak JNE Bandung menjanjikan paling telat tanggal 15 Juli 2015 sudah sampai di Surabaya tepatnya 2 hari sebelum lebaran. Pada tanggal 15 Juli 2015 sejak pagi paket tersebut sudah saya tunggu-tunggu di rumah, namun sampai dengan pukul 16.30 WIB paket tersebut belum juga datang. Akhirnya pada pukul 17.00 WIB saya memutuskan untuk segera berangkat ke rumah keluarga di daerah Jagalan Surabaya untuk Buka Puasa bersama di sana. Saya pun sudah tidak sempat lagi untuk menanyakan paket tersebut ke pihak JNE karena saya pun tidak mengetahui nomor telepon JNE Surabaya.

Pada pukul 20.15 WIB kami sudah kembali ke rumah, namun kami tidak tahu apakah kurir JNE sudah tiba di rumah atau belum soalnya tidak ada pemberitahuan dari kurir. Biasanya kalau orang rumah tidak ada, kurir seharusnya proaktif untuk sewajarnya telpon (tidak akan habis Rp. 1.500 untuk biaya telpon), namun tidak pernah ada telpon masuk. Keesokan harinya tanggal 16 Juli 2015 saya seharian penuh berada di rumah, namun satu pun kurir JNE tidak ada yang datang ke rumah. Pemberitahuan dari pihak JNE pun tidak pernah ada, Saya sangat menyayangkan pihak JNE atau kurir yang tidak proaktif. Mereke tidak memberitahu kalau mereka akan mengirimkan paket ke alamat rumah saya. Sekitar pukul 2 siang saya coba untuk mencari informasi JNE Surabaya dan akhirnya saya mendapatkan nomor telpon CS JNE yang berada di sekitar Bandara Juanda dengan nomor telpon 031 8673885 namun tidak ada seorangpun mengangkat telpon saya setelah berkali-kali nelpon. Apa mereka sudah libur tanyaku dalam hati.

Aku harus jawab apa untuk pertanyaan Ibuku, "A, paket tos katampi teu acan?" (A, paket sudah diterima belum?) Bu, dugi ka ayeuna kaping 16 Juli 2016 paket teu acan dugi, jawabku. Aku bilang, Bu, sampai sekarang tanggal 16 Juli 2015 paket belum sampai. Ibuku sangat-sangat menyayangkan, kenapa ko belum sampai. Ibuku bilang, coba tanyakan ke JNE. Aku jawab, sudah telpon tapi gak ada yang angkat telponnya.

Tanggal 17 Juli 2015 sudah memasuki Idul Fitri 1436 H, dan saya sangat yakin JNE pasti libur. Saya pun tidak tahu pasti mulai dan sampai kapan JNE melaksanakan libur lebaran. Saya sudah tidak menghiraukan lagi kapan paket tersebut akan tiba di rumah. Kami pun merayakan Idul Fitri 2015 bersama keluarga kami di Surabaya. Sekitar pukul 14.00 saya coba lagi untuk telpon JNE, dan tidak begitu berharap ada yang angkat telpon saya. Dan ternyata diangkat oleh CS JNE seorang perempuan saya tidak menanyakan siapa namanya. Saya keluhkan paket dengan nomor pengiriman BDOU800359761115 dengan layanan JNE YES tersebut kapan akan dikirimkan ke alamat rumah saya di Surabaya.

Dengan Bapak siapa dimana? Nomor pengiriman JNE berapa? Isi paket apa? itulah beberapa pertanyaan yang diajukan CS JNE kepada saya dan saya pun telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan dengan lengkap dan jelas. CS JNE tersebut menjelaskan bahwa paket sudah dikirimkan ke alamat pada tanggal 15 Juli 2015 namun penerima tidak berada di tempat. Terus saya tanya jam berapa? Namun CS JNE tidak dapat memberikan jawaban yang pasti. Dan akhirnya CS JNE tersebut menyanggupi untuk mengirimkan paket tersebut pada hari itu, ya tanggal 17 Juli 2015 hari libur Idul Fitri 2015, pertanyaanku apa benar bisa dikirimkan pada hari libur lebaran seperti ini?

Ternyata benar juga sampai dengan hari ini tanggal 18 Juli 2015, Peuyeum Buat Lebaran Kiriman Ibuku belum juga datang. Wah, gimana nasib peuyeum dari Ibuku. 

Photo: Peuyeum Khas Bandung (Indonesiakaya.com)

Read more.....
Share/Save/Bookmark
Bookmark and Share

7/6/15

Pisau F Herder Solingen Germany

Pisau F Herder Made in Solingen, Germany sebenarnya dirancang sebagai pisau dapur dan dipakai untuk berbagai keperluan memasak di dapur, khususnya untuk memotong daging, ikan dan lain lain. Pisau buatan Jerman ini masuk ke Indonesia sejak ratusan tahun silam dan sejak saat itu sudah dikenal oleh MBAH BUYUT kita dengan sebutan Pisau Cap Garpu, karena pada bilah pisau F Herder terdapat lambang Garpu. Saking tajam dan kuatnya pisau ini sehingga dijadikan sebagai pisau andalan, karena pemakaian yang sangat lama sampai-sampai bilah pisaunya semakin lama semakin habis dan mengecil.


Pisau Cap Garpu F Herder sekarang ini sudah jarang ditemukan dan kalaupun ada pastinya mendatangkan dari negara asalnya Jerman. Saking terkenalnya pisau dengan sebutan Pisau Cap Garpu ini, ada beberapa penjual pisau yang menawarkan secara online, sehingga mudah mendapatkan pisau F Herder dengan berbagai ukuran.

Ukuran pisau F Herder Original Made in Solingen Germany:
  • 4 inchi = 10cm     Harga: 550.000
  • 5 inchi = 12,5cm   Harga: 750.000
  • 6 inchi = 15cm     Harga: 850.000 
  • 7 inchi = 18cm     Harga: 950.000
  • 8 inchi = 20cm     Harga: 1.100.000
  • 9 inchi = 23cm     Harga: 1.350.000
Spesifikasi:

Grade: New
Brand: F Herder
Steel: German High Carbon Steel
Handle: Wood
Country of Manufacture: Solingen, Germany

Read more.....
Share/Save/Bookmark
Bookmark and Share

  ©Template Blogger Elegance by Dicas Blogger. Supporting Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia

TOPO